Rabu, 30 Januari 2013
ELEGI ESOK PAGI
Ebiet G ade.: ELEGI ESOK PAGI
Izinkanlah kukecup kenigmu
Bukan hanya ada didalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu aku mulai bosan
Bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri
Manyambut pagi membuang sepi
Izinkanlah aku kenang sejenak perjalanan oh oh oh oh....
Dan biarkan kumengerti
Apa yang tersimpan dimatamu oh oh.......
Barangkali di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan jadi mimpi di atas mimpi
Izinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu oh oh oh oh......
Dan biarkan ku bernyanyi
Demi hati yang risau ini oh oh......
Gadis Jelita Terbakar! Balasan Tolak Hukum Allah SWT.
Pada suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh
dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bas mini untuk menuju ke
destinasi di wilayah Iskandariah.Malangnya walaupun tinggal di bumi yang
terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menjolok
mata.Bajunya agak nipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut
disembunyikan bagi seorang perempuan daripada pandangan lelaki ajnabi atau
mahramnya.
Gadis itu dalam lingkungan 20 tahun. Di dalam bas
itu, ada seorang tua yang dipenuhi uban menegurnya:
“Wahai pemudi! Alangkah baiknya jika kamu
berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam
kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi
mangsa pandangan liar kaum lelaki…. ” nasihat orang tua itu.
Namun, nasihat
yang sangat bertetapan dengan tuntutan agama itu dijawab oleh gadis itu dengan
jawapan yang mengejek:
“Siapalah kamu hai orang tua? Adakah kamu cuba nak
ingatkan aku supaya menutup aurat sepenuhnya sedangkan bapa kandungku sendiri
tidak pernah menasihatiku? Apakah
kamu mahu aku berpakaian menutup aurat sedangkan aku masih mahu bebas
menayangkan tubuh badan ku di khalayak ramai?Apakah di tangan kamu ada anak
kunci syurga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal
berada di syurga atau neraka?”
Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat
menghiris perasaan orang tua itu, gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak
cukup setakat itu, si gadis lantas cuba memberikan telefon bimbitnya kepada
orang tua tadi sambil melafazkan kata-kata yang lebih dahsyat.
” Jika ISLAM itu BENAR, tempatkan bilikku di Neraka, Ambil handphone ku ini
dan hubungilah Allah serta tolong tempahkan sebuah bilik di neraka jahanam
untukku,” katanya lagi lantas ketawa berdekah-dekah tanpa mengetahui bahawa dia
sedang mempertikaikan hukum Allah dengan begitu biadab. Orang tua tersebut
sangat terkejut mendengar jawapan daripada si gadis manis. Sayang sekali,
wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk. Penumpang-penumpang
yang lain turut terdiam malah ada yang menggelengkan kepala kebingungan. Semua
yang di dalam bas tidak menghiraukan gadis muda yang tidak menghormati
hukum-hakam agama itu dan mereka tidak mahu menasihatinya kerana khuatir dia
akan akan menghina agama dengan lebih teruk lagi. Sepuluh minit kemudian bas
pun tiba di perhentian. Gadis seksi bermulut celupar tersebut tertidur di muka
pintu bas. Puas pemandu bas termasuk para penumpang yang lain mengejutkannya
tapi gadis tersebut tidak sedarkan diri. Tiba tiba orang tua tadi memeriksa
nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Gadis itu
telah kembali menemui Tuhannya dalam keadaan yang tidak disangka. Para
penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu. Dalam suasana
kelam kabut itu, tiba tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang
ramai segera berkejar untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi
mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan
raya.Mayatnya menjadi hitam seolah-olah dibakar api. Dua tiga orang yang cuba mengangkat mayat tersebut juga kehairanan kerana tangan mereka terasa panas dan hampir melecur sebaik saja menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keselamatan menguruskan mayat itu. Begitulah kisah ngeri lagi menyayat hati yang menimpa gadis malang tersebut. Apakah hasratnya menempah sebuah bilik di neraka dimakbulkan Allah? Na’uzubillah, sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu. Sangat baik kita jadikan iktibar dan pelajaran dengan kisah benar ini sebagai Muslim sejati. Jangan sesekali kita mempertikaikan hukum Allah mahupun sunnah RasulNya s.a.w. dengan mempersendakan atau mengejek. Kata kata seperti ajaran Islam tidak sesuai lagi dengan arus kemodenan dunia hari ini atau sembahyang tidak akan buat kita jadi kaya dan seumpamanya adalah kata-kata yang sangat biadab dan menghina Allah, pencipta seluruh alam.
Ingatlah teman, kita boleh melupakan kematian, tetapi kematian tetap akan terjadi kepada kita. Hanya masanya saja yang akan menentukan bila kita akan kembali ke alam barzakh. Janganlah menjadi orang yang bodoh, siapakah orang yang bodoh itu? Mereka itulah orang yang ingin melawan Tuhan Rabbul ‘alamin. Apabila anda enggan melaksanakan suruhan Tuhan bererti anda ingin melawan arahan Tuhan. Sewaktu di sekolah anda tertakluk dengan undang-undang sekolah, dalam pekerjaan anda tertakluk dengan undang-undang yang dilakar oleh majikan anda, di dalam negeri anda tertakluk di bawah undang-undang negara anda. Begitu taksub sekali anda terhadap undang-undang itu sehingga terlalu prihatin takut kalau melanggar undang-undang tersebut . Apabila anda berpijak di bumi ini, anda juga tertakluk dengan undang-undang yang telah di gubal oleh yang pemilik yang menjadikan bumi ini. Setiap Sultan ada taman larangannya, begitu juga Allah s.w.t. taman laranganNya adalah perkara-perkara yang telah diharamkan bagi hamba-hambaNya di muka bumi ini. Sama samalah kita memohon agar Allah sentiasa memberi kita petunjuk di atas jalan yang benar dan agar
Dia memberikan kekuatan agar kita sentiasa dapat menjaga lidah kita, amin.
BINTANG YANG HILANG
Gelapnya malam. semilir angin berhembus
Aku terpaku dalam keheningan
melepas lelahku dan merebahkan tubuhku
diatas hamparan dermaga pulau
Penatku hilang dan aku tersenyum
Aku tidaklah sendiri
Taburan bintang menghiasai langit di tengah kegelapan
Menemaniku dengan kelap-kelip cahayanya
Seperti mengajakku bermain dalam angkasa
menjelajahi setiap lapisan dunia
Bintang itu selalu ada
Setiap malam
Setiap gelap
Setiap aku kesepian
Tetapi,
Suatu ketika, awan gelap menutupi langit
Seluruhnya .... seutuhnya ....
Cuaca mendung ..
Langit kosong, hanya gelap yang aku lihat
Bintang itu hilang
Tak bisa kulihat, tak bisa kurasakan keindahannya, tak bisa aku nikmati cahayanya
Hilang entah kemana ....
Sepi, sunyi, di kegelapan malam
Entah kapan bintang itu kembali ...
kembaliii... kembali dengan cahayanya ..
Atau mungkin hilang untuk selamanya.
-Hanya tuhan dan bintang itu yang tau-
HIDUP ITU PENUH DENGAN PILIHAN
Tentang seseorang yang menjadi pilihan hidup kita :
"Orang selalu berkata ada bekas istri atau suami, tapi tidak ada bekas anak dan bekas orang tua."
Cerita bijak berikut ini mungkin dapat merubah pandangan tersebut dan membuat seseorang ingin memiliki suami atau istrinya sampai akhir hayat................
Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta 1 org maju ke papan tulis.
Dosen: "Tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda", lalu mahasiswa tsb menulis 10 nama, ada nama tetangga, orang tua, teman kerja, istri, anaknya dst.
Dosen: "sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersama nya", mahasiswa itu mencoret 3 nama.
Dosen: "coret 2 nama lagi", tinggallah 5 nama. Dosen: "coret lagi 2 nama", tersisalah 3 nama yaitu nama orang tua, istri & anaknya.
Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai & tak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba2 Dosen berkata : "silahkan coret 1 nama lagi!", mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: "silahkan coret 1 nama lagi!", hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur & lambat laun mencoret nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.
Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kepada Mahasiswa itu. "Kau tidak memilih orang tua yg membesarkan Anda, tidak juga memilih anak yg darah dagingmu, sedang istri itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istrimu?"
Semua orang didalam kelas terpana menunggu jawaban dari Mahasiswa itu.
Lalu sang Mahasiswa itu berkata, "Seiring waktu berlalu, orang tua saya akan pergi & meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa lalu menikah, stlh itu pasti meninggalkan saya juga. Sedangkan yg benar2 bisa menemani saya dlm hidup ini hanyalah ISTRI saya. Orang tua & anak bukan saya yg memilih tapi Tuhan yang menganugerahkan, tapi saya yg memilih sendiri ISTRI saya dari seluruh wanita yg ada...
TIPS MENCEGAH MALAS KETIKA DATANG WAKTU SHOLAT
Assalamu'alaikum..
Tahukah anda, apa resep terbaik agar kita bisa langgeng atau rajin menjalankan ibadah Sholat 5 waktu tanpa di hinggapi rasa malas.???
Saya akan coba berbagi tips atau resep , yang pasti bukan resep masakan yah, ingat ini resep untuk menghindari rasa malas ketika sudah masuk waktu solat bagi umat muslim.
Coba resep ini:
Yang pertama ialah Segerakan sholat ketika adzan berkumandang . terkesan simple bahkan Terkesan kuno ya..???
Tidak mengapa..
Namun... coba kita terapkan, Insya Allah bermanfaat dan bisa langgeng dan malah menjadi malas kalo meninggalkan sholat..Ingat, menunda sholat ketika kumandang adzan memanggil, akan membuat kita jadi meremehkan, malas dan akhirnya hilang sholat kita untuk selamnya.
Yang kedua yaitu coba Hindarilah kata kata ini :
* Ahh...Baru juga adzan, waktu masih panjang.
*Ahh...Setengah jam lagi aja sholatnya, yang penting kan gak ketinggalan.
*Ahh...Nanggung nih kerjaan, lanjut aja, toh yang penting nanti gw sholat.
Ingat teman waktu kita di dunia ini tidaklah lama, sewaktu waktu kita bias saja di panggil oleh yang maha kuasa.
"Jadikan sholat sebagai ibadah, bukan rutinitas belaka"
Semoga bermanfaat.MAKNA SUMPAH PEMUDA
Memperingati dan
mentasyakuri hari Sumpah Pemuda dan lagu Kebangsaan Indonesia yang lahir di
rumah nomer 106 Gang Kenari jl. Keramat Raya Jakarta tahun 1928 bulan 10
(Oktober) tanggal 28. Bagi generasi penikmat, generasi yang tinggal menikmati
hasil perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia, memperingati-mensyukuri hari
Sumpah Pemuda itu harus. Peristiwa Sumpah Pemuda termasuk lagu kebangsaan
Indonesia Raya adalah nikmat besar bagi bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur
yang terkandung di dalamnya itu laksana tirta amerta, air suci yang dapat
menyembuhkan ibu pertiwi yang saat ini sedang mengalami sakit komplikasi. Juga
dapat seperti cahaya yang bisa menyingkap kegelapan yang menyelimuti ibu
pertiwi akibat ulah putra-putrinya yang nakal dan masuknya nilai atau pengaruh
negatif dari luar negeri. Ia juga bisa menjadi jangkar yang menguatkan
pendirian bangsa Indonesia ketika terombang-ambing oleh derasnya arus
globalisasi sehingga tidak terjerembab dalam “gombalisasi”.
Oleh karena itu mencari
obat untuk kesembuhan ibu pertiwi bisa diperoleh dari bangsa Indonesia sendiri.
Obat dari luar negeri, seperti IMF, bisa jadi malah dipalsukan. Memang, akibat
penyakit komplikasi itu, membuat segala sesuatu yang ada pada bangsa Indonesia
tidak sampai. Ilmunya walaupun tinggi tidak sampai kepada kearifan, hukumnya
tidak sampai pada keadilan, ekonominya tidak sampai pada pemerataan,
persatuanya tidak sampai pada kekokohan, kekuasaannya tidak sampai pada
pengayoman, kepimpinannya tidak sampai pada keteladanan Lagu kebangsaan Indonesia
Raya, Sumpah Pemuda, lambang negara Republik Indonesia, dasar negara, tujuan
negara, sifat negara, pembukaan undang-undang dasar ’45, semua itu menyimpan
nilai-nilai luhur untuk menyelamatkan Indonesia. Bila menginsyafi hal ini maka
memperingati Sumpah Pemuda adalah wajib. Biarlah orang lain ada yang mengatakan
peringatan Sumpah Pemuda ini bid’ah dholalah. Dan memang, bagi generasi
penikmat yang tidak bersyukur mungkin bertanya-tanya untuk apa Sumpah Pemuda,
lagu kebangsaan Indonesia Raya. Peristiwa 81 tahun yang lampau itu, malah
dianggap angin lalu yang tidak relevan diperingati di jaman sekarang. Hanya
membuang biaya banyak tanpa ada manfaatnya.
Para pendahulu bangsa Indonesia sebenarnya
sudah mendidik kita agar menjadi manusia yang bersyukur kepada sesama manusia.
Satu contoh di dalam pembukaan UUD 45 alenia ke dua berbunyi : “ Dan perjuangan
pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan
Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. Disitu ada
kata-kata; perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pergerakan kemerdekaan
Indonesia. Perjuangan kemerdekaan berlangsung sejak tahun 1511 oleh raja Demak,
Pati Unus melawan Portugis sampai tertangkapnya Pangeran Diponegoro tahun 1830.
Dari kata-kata perjuangan kemerdekaan itu timbul deretan nama pahlawan pejuang
kemerdekaan Indonesia. Perjuangan lalu dilanjutkan dengan pergerakan
kemerdekaan sampai tahun 1945. Ada pergerakan di bidang politik, ekonomi,
sosial, agama, budaya, dan lain-lain. Dari situ timbul pula nama-nama pahlawan
pejuang pergerakan kemerdekaan Indonesia. Untuk menghargai jasa para pahlawan,
nama-nama mereka dijadikan nama jalan-jalan besar; di ibukota, propinsi,
kabupaten dan lain-lain. Mengapa tidak dijadikan nama gedung-gedung saja? Itu
pendidikan. Agar jutaan manusia yang setiap hari lalu lalang melewati jalan
nama pahlawan itu, ingat pengorbanan dan perjuangan yang telah ditempuh.
Sayangnya, tidak banyak orang yang lalu lalang itu menyadarinya. Orang yang
tidak menyadari nilai-nilai luhur yang tersimpan dalam Sumpah Pemuda, lagu
kebangsaan Indonesia Raya, dasar negara dan lain-lain, akan menganggap berbagai
peristiwa besar itu sebagai kepunyaan masa lalu. Dan yang memprihatinkan,
mereka tidak segan menghapus-melenyapkan aset bangsa itu dan selanjutnya,
mengganti dengan nilai-nilai kotor seperti Bethorokolo (Bethoro : penguasa,
Kolo : waktu)-mumpung berkuasa, Dosomuko (Doso artinya sepuluh, Muko artinya
kepala). Satu orang memiliki sepuluh kepala; mata dua puluh, telinga dua puluh,
mulut sepuluh. Masing-masing kemauannya sendiri-sendiri. Ada yang suka makan
aspal dan lain sebagainya.
Kita harus senantiasa
menjaga nilai-nilai luhur bangsa sebab kalau tidak nilai luhur itu akan
terkikis dengan masuknya budaya luar yang berisi kekerasan yang diimport oleh
pihak-pihak tertentu. Dan pada gilirannya, negara Indonesia akan tinggal nama.
Namanya masih Indonesia tapi isinya berupa penjajahan. Ini terserah kita.
Apakah penjajahan itu ? Penjajahan itu bukan manusia, bukan pemerintah tetapi
nafsu serakah, thoma’, kedholiman, ingin mencaplok hak orang lain. Bacalah
alenia 1 pembukaan UUD ’45, “Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa oleh
sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai
dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”. Bukan manusianya tapi nafsu serakah
yang demikian itulah yang harus dihapus, dibersihkan dari dunia, terutama dari
bumi Indonesia. Mulai dari diri kita sendiri. Kalau tidak dihilangkan, sampai
kapanpun penjajahan di Indonesia akan terus berlangsung, caplok sana, caplok
sini.
Masalah Sumpah Pemuda
adalah masalah yang besar, mengandung keajaiban- keajaiban. Keajaiban itu dapat
dilihat dari tempat dan waktu terjadinya. Dari tempat terjadinya di rumah nomer
106 mengandung 7 keajaiban, seperti jumlah angkanya (1 + 0 + 6 = 7). Tahun 1928
mengandung makna satu nusa, satu bangsa. Terdiri 1900 dan 28. Tahun 1900 itu
satu nusa. Penjelasannya 1 + 9 = 10 dan angka 10 sama dengan angka satu. 28
juga satu – satu bangsa ( 2 + 8 = 10 ). Dan bulan Oktober, bulan kesepuluh –
satu bahasa. Tanggal 28 juga sepuluh – satu Negara Republik Indonesia. Jadi
waktu terjadinya sumpah pemuda itu mengandung makna Satu nusa, Satu bangsa,
satu bahasa dan satu bentuk negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI). Tanggal 28 yang mempunyai makna tentang bentuk negara NKRI itu juga
sesuai dengan nama gang-nya yaitu gang Kenari yang berarti Kesatuan Negara
Republik Indonesia. Gang artinya jalan sempit dan keadaan gang itu
bermacam-macam. Tapi yang dituju adalah gang Kenari. Juga nama jalannya yaitu
Kramat Raya, Kramat – Kemulyaan, Raya – besar. Menuju kemulyaan yang besar
bukan jalan kehinaan. Itu mengenai nama tempat dan waktunya. Belum lagi
pelakunya yaitu para pemuda usia sekitar 25 tahun, bukan orang tua. Pada jaman
penjajahan itu, ibu pertiwi di injak-injak kehormatannya, pemimpin-pemimpinnya
di kerangkeng, kesadaran di bunuh, bangsanya di perbudak, kekayaan di keruk
melaut ke negara mereka, lisan di berangus, telinga di sumbat. Pada kondisi
yang sedemikian itu ibu pertiwi melahirkan Sumpah Pemuda. Dengan penuh
keberanian para pemuda melintasi batas suku, agama, daerah, meninggalkan
kebiasaan hura-hura untuk mempersatukan Indonesia. Ini ajaibnya pemuda masa
itu, tidak seperti sekarang ini yang suka tawuran.
Bagi penjajah, banyaknya penduduk Indonesia,
kerajaan-kerajaan yang ada di dalamnya, organisasi-organisasi tidak membuat
mereka takut tapi munculnya sumpah pemuda dan lagu kebangsaan Indonesia membuat
mereka seperti mendengar petir di siang bolong, bingung, ketakutan dan
kelabakan. Usahanya membuat bangsa Indonesia terutama golongan ningrat,
raden-raden menjadi ngantuk dan kalau bisa terus tidur, terancam. Mereka lalu
sibuk membuat dekrit yang melarang lagu Indonesia Raya dinyanyikan, barang
siapa diketahui menyanyikannya diancam penjara. Penjajah tahu rahasia yang
terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia. Diantaranya, … marilah kita berseru
Indonesia bersatu … seruan persatuan antar agama, antar suku, antar raja. Bukan
hanya seruan persatuan yang membuat penjajah takut. Dalam lagu itu juga
diserukan agar jiwa bangsa Indonesia segera bangun – bangunlah jiwanya
bangunlah badannya – bangun untuk Indonesia Raya dan mencintainya. Lebih
menakutkan lagi karena lagu itu menyerukan berulang-ulang – merdeka, merdeka,
merdeka. Bila saja makna dan seruan dalam lagu itu diamalkan bangsa Indonesia
dengan sadar dan insyaf akan menjadi musibah besar bagi penjajah. Tidak lama
lagi penjajah menuju lubang kubur. Sebaliknya, bagi bangsa Indonesia akan
mengalami kejayaan. Sebab bangsa Indonesia memang berjiwa besar tapi sedang
tidur, kena flu. Istilah sumpah juga disadari sebagai hal yang ajaib. Sumpah
adalah kata-kata yang mengandung masalah besar. Sejak tahun 686 M sampai tahun
1945 sumpah yang bersifat nasional sudah terjadi 4 kali dan efek yang
ditimbulkan sangat dahsyat. * Tahun 686 Sumpah yang diucapkan Syailendra telah
mengantarkan kebesaran Negara Indonesia pertama yaitu negara Sriwijaya, daerah
kekuasaannya meliputi Pilipina dan Srilangka. * Sumpah Garuda, sumpahnya burung
Garuda. Bagaimana burung bersumpah ? Burung adalah lambang jiwa, Garuda lambang
besar – Sumpahnya jiwa yang besar. Seperti terdapat pada relief dinding candi
Kidal di Malang. Yang mana di candi itu disimpan abu pembakaran raja Anusapati
yang wafat pada tahun 1245. Dikisahkan, Garuda memiliki seorang ibu namanya
Winoto tapi sedang diperbudak. Garuda bisa menyelamatkan ibunya bila ia bisa
merebut guci yang berisi air Amerta. Garuda akhirnya bersumpah untuk berbakti
pada ibunya – Winoto – ibu Pertiwi.
Dengan tekad jiwa besar dan segala kemampuan
yang dimiliki, Garuda bisa merebut guci itu dan membebaskan ibunya dari
perbudakan. Ini cerita sejarah yang mengandung falsafah yang sebenarnya juga
ada dalam lagu Indonesia Raya, “Indonesia tumpah darahku”.Tumpah darah itu
merah dan putih. Merah artinya berani, putih artinya suci. Berani karena benar,
bukan karena tabiat seperti singa, karena kepepet lalu menggerogoti uang
negara. Yang salah saja berani, mengapa yang benar tidak ? Membela tanah tumpah
darah. Disanalah aku berdiri tegak, berdiri imannya, pendiriannya. Untuk
menjadi pandu ibuku. Itu sumpah. Makanya kalau menyanyikan lagu kebangsaan
Indonesia dilakukan sambil berdiri. Berdiri itu artinya bersumpah mengamalkan
isi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan itu. * Sumpah nasional yang ketiga
tahun 1331, Sumpah Palapa – sumpah Maha Patih Gajah Mada. Setelah diucapkan,
sumpah itu lalu diperjuangkan selama 2 tahun lebih, kemudian timbul kejayaan
Mojopahit pada jaman Hayam Wuruk. Berselang 597 tahun kemudian terjadi Sumpah
Pemuda, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Selang waktu 597 itu ternyata juga
mengandung makna tiga, 5 + 9 + 7 jumlahnya 21, 2 dengan 1 sama dengan 3 – Satu
nusa, Satu bangsa, Satu bahasa. Dan berselang 17 tahun dari Sumpah Pemuda
muncul Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peristiwa sumpah pemuda telah
memunculkan seorang tokoh besar, pencipta lagu Indonesia Raya, WR. Supratman.
Seorang pemuda berbadan kurus kering, fakir miskin, sampai wafat di Surabaya
pada usia 35 tahun belum mempunyai rumah. Tapi kefakiran, kekurusan yang
menyelimuti badannya itu tersimpan jiwa yang besar. Kebesaran jiwa itu
dituliskan di atas secarik kertas sehingga menjadi lagu Kebangsaan Indonesia.
Menjadi satu-satunya lagu yang keramat di antara ribuan lagu di Indonesia saat
itu dan bisa meneteskan air mata. Satu-satunya lagu yang harus dinyanyikan
dengan cara berdiri. Satu-satunya lagu yang ditakuti penjajah dan dilarang
selama 14 tahun. Satu-satunya lagu yang masuk konstituti Negara Republik
Indonesia (bab 15 pasal 36 b lagu Indonesia Raya). Satu-satunya lagu yang
mengantarkan WR Supratman menjadi Pahlawan Nasional. Lagu yang senantiasa
dikenang di seluruh Indonesia. Satu-satunya lagu yang tidak sembarangan cara
menyanyikannya. Ada aturan, yang aturan itu sudah masuk lembaga negara.
Bukankah itu menunjukkan kebesaran jiwa untuk melawan penjajah? Lagu itu lahir
pada malam yang sama dengan sumpah pemuda. Sekarang kita tinggal menikmati dan
mensyukuri. Apakah tidak malu, melalui jalan-jalan yang namanya
pahlawan-pahlawan itu, kalau kita tidak bersyukur. Saya yakin selama sifat malu
belum koyak pasti akan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan bersyukur
kepada sesama manusia. Nabi Muhammad bersabda : “Barang siapa yang tidak
bersyukur kepada sesama manusia tidak beryukur kepada Allah”.
Sabtu, 26 Januari 2013
PERBEDAAN ANTARA UJIAN DAN AZAB
... PERBEDAAN ANTARA UJIAN DAN AZAB ...
Mungkin ada dari kita yang bertanya-tanya, bagaimana membedakan antara ujian dan azab?
Musibah atau bencana yang menimpa orang yang beriman yang tidak lalai dari keimanannya, sifatnya adalah ujian dan cobaan. Allah ingin melihat bukti keimanan dan kesabaran kita. Jika kita bisa menyikapi dengan benar, dan mengembalikan semuanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan dan rahmat sesudah musibah atau bencana tersebut.
Sebaliknya bagi orang-orang yang bergelimang dosa dan kemaksiatan, bencana atau musibah yang menimpa, itu adalah siksa atau azab dari Allah atas dosa-dosa mereka. Apabila ada orang yang hidupnya bergelimang kejahatan dan kemaksiatan, tetapi lolos dari bencana/musibah, maka Allah sedang menyiapkan bencana yang lebih dahsyat untuknya, atau bisa jadi ini merupakan siksa atau azab yang ditangguhkan, yang kelak di akhirat-lah balasan atas segala dosa dan kejahatan serta maksiat yang dilakukannya.
Sebenarnya yang terpenting bukan musibahnya, tetapi apa alasan Allah menimpakan musibah itu kepada kita. Untuk di ingat, jika musibah itu terjadi, disebabkan dosa-dosa kita, maka segera-lah bertobat kepada Allah. Kalau musibah yang terjadi karena ujian keimanan kita, maka kuatkan iman dan berpegang teguhlah kepada Allah.
Siapa saja berbuat kebaikan, maka manfaatnya akan kembali kepadanya. Sedangkan siapa saja berbuat kejahatan, maka bencananya juga akan kembali kepada dirinya sendiri. Bisa dibalas didunia atau di akhirat.
Perhatikan firman Allah SWT berikut ini : ”Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab”. (QS. Al Mukmin [40] : 40).
Perhatikan juga dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS. An Nissa [4] : 79)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah” adalah dari karunia dan kasih sayang Allah SWT. Sedangkan makna “dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Berarti dari dirimu sendiri dan dari perbuatanmu sendiri.
Berikut beberapa contoh :
Musibah bisa jadi sebagai peringatan
Musibah ini diberikan kepada kaum mukmin yang merosot keimanannya. Peringatan ini karena kasih sayang Allah SWT. Misalnya seseorang yang berada dalam kesempitan rezki. Kemudian ia bermunajat di malam hari agar Allah memberikannya keluasan rezeki. Shalat tahajud, shalat Dhuha, puasa sunah senin kamis dan perbaikan ibadah lainnya dengan semaksimal mungkin. Hingga Allah SWT memberikan jalan keluar. Bisnisnya berkembang, karyawan bertambah, kesibukan semakin meningkat. Tapi justru dikarenakan sibuknya, satu persatu ibadah sunahnya mulai ia tinggalkan. Shalat-shalatnya pun semakin tidak khusyu’. Seharusnya bertambahnya nikmat, membuat ia bertambah syukur dan semakin dekat dengan Allah, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, nikmat bertambah malah membuatnya semakin jauh dari Allah.
Orang ini sebenarnya sedang mengundang datangnya musibah atau azab Allah. Musibah yang datang kepadanya sebagai peringatan untuk meningkatkan kembali keimanannya yang merosot itu. Bisa saja terjadi tiba-tiba usahanya macet dan banyak mengalami kerugian. Akibatnya ia terlilit hutang. Dalam keadaan bangkrut tadi tidak ada yang mau menolongnya. Ketika itulah ia kembali kepada Allah untuk memohon pertolongan dengan cara memperbaiki ibadah-ibadahnya yang selama ini sudah tidak ia perhatikan lagi. Tercapailah tujuan musibah yaitu pemberi peringatan.
Musibah juga bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita. Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Perhatikan dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As Sajdah : 21)
Jadi sebenarnya, Allah SWT menurunkan musibah atau azab pada kita di dunia ini, sebagai peringatan bagi kita, untuk kembali pada kebenaran.
2 Musibah sebagai ujian keimanan
Musibah ini adalah tanda kecintaan Allah SWT pada seseorang hamba. Semakin tinggi derajat keimanan dan kekuatan agama seseorang, justru ujian (musibah) yang menimpanya akan semakin berat. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini : Dari Mush’ab bin Sa’d dari ayahnya. Ayahnya berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW,” Manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Rasulullah SAW menjawab,” Para Nabi, kemudian disusul yang derajatnya seperti mereka, lalu yang di bawahnya lagi. Seseorang diuji sesuai keadaan agamanya. Jika agamanya itu kokoh maka diperberatlah ujiannya. Jika agamanya itu lemah maka ujiannya pun disesuaikan dengan agamanya. Senantiasa ujian menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi tanpa dosa sedikit pun.” (HR. al-Ahmad, al-Tirmidzi dan Ibn Majah,berkata al-Tirmidzi: hadits hasan shahih)
Sedangkan bala atau cobaan maupun ujian juga telah disebutkan didalam Al Qur’an seperti tertulis dalam firman Allah SWT : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al Anbiya [21] : 35)
Cobaan atau ujian yang menimpa setiap orang, bisa berupa keburukan atau kebaikan, kesenangan atau kesengsaraan, sebagaimana disebutkan pula didalam firman-Nya yang lain yaitu : “ Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran) (QS. Al A’raf [7] : 168).
Sekarang coba tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, bagaimana keimanan kita terhadap Allah SWT ? Apabila kita termasuk orang yang lalai, maka jawaban atas musibah yang menimpa, adalah sebagai azab dan peringatan atas kelalaian kita, agar kita sadar dari kelalain kita selama ini. Dan segeralah bertobat.
Dan kalau kita bukan hamba-Nya yang lalai, maka segala ujian yang terjadi menimpa kita, adalah sebagai suatu ujian, dimana dengan ujian itu, Allah telah menyiapkan tingkat keimanan yang lebih tinggi untuk kita. Seperti menjadikan kita hamba pilihan-Nya yang sabar. Dan pahala orang yang sabar sungguh tanpa batas. Seperti tertulis dalam firman-Nya : “…..Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az Zumar [39] : 10) Dengan kesabaran, akan bisa meraih ridha Allah, dan ridha Allah adalah segalanya.
Langganan:
Postingan (Atom)