Selasa, 24 Juni 2014

ANALISA SISTEM LOOP

NAMA  :  FATKHUL ALIM 
KELAS : 3 IB 02
NPM     : 18411510

1.      Pendahuluan

Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini sistem kendali manual maupun automatik memiliki peran yang sangat penting. Peranan sistem kendali automatik adalah paling menonjol dalam berbagai keperluan hajat manusia atau bangsa yang telah maju peradabannya.  Contoh konkrit dapat kita temui  pada  pengendalian  pesawat  ruang  angkasa,  peluru  kendali,  sistem pengemudi pesawat, satelit, dan sebagainya.   Sementara di industri diperlukan untuk pengendalian mesin-mesin produksi bidang manufaktur dan pengendalian proses seperti tekanan, temperatur, aliran, gesekan, kelembaban, dan sebagainya.

Kemajuan sistem kendali automatic dalam bentuk teori maupun praktik akan memberikan kemudahan dalam mendapatkan unjuk kerja sistem dinamik, mempertinggi kualitas, menurunkan biaya produksi dan penghematan energi. Tingkat kemajuan ini dicapai tidak secara tiba-tiba, melainkan melalui sejarah perkembangan yang cukup panjang.   Tepatnya adalah  sejak ditemukannya governor sentrifugal sebagai pengendalian kecepatan mesin uap yang dibuat oleh James Watt pada abad ke-18.  Pada tahun 1922, Minorsky membuat alat kendali automatik  untuk  pengemudian  kapal  dan  menunjukkan  cara  menentukan kestabilan dari persamaan diferensial yang melukiskan sistem.  Pada tahun 1932, Nyquist  mengembangkan  suatu  prosedur  yang  relative  sederhana  untuk menentukan kestabilan loop tertutup.  Pada tahun 1934, Hazen memperkenalkan servomekanik untuk sistem kendali posisi. Pada tahun 1940 hingga 1950 kendali linier berumpan balik dan metode tempat kedudukan akar dalam desain sistem kendali.

       Materi sistem kendali yang akan disajikan disini penekanannya pada teori klasik, yaitu sistem satu masukan satu keluaran berumpan balik maupun tanpa umpan balik. Namun demikian sistem kendali multi masukanmulti keluaran yang melibatkan peralatan mikroprosesor/ mikrokomputer pun akan disajikan pula dengan porsi yang relative sedikit. Dengan demikian materi sistem kendali yang disajikan di sini sebagian besar berfokus pada sistem loop tertutup (closed-loop system).

A. Kendali Loop Tertutup Dan Loop Terbuka

  •  Sistem Kendali Loop Tertutup.
Sistem kendali loop tertutup   (closed-loop control system) adalah sitem kendali yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung terhadap aksi pengendaliannya.  Dengan kata lain sistem kendali loop tertutup adalah sistem kendali berumpan-balik.  Sinyal kesalahan penggerak, yang merupakan selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan-balik (yang dapat berupa sinyal keluaran atau suatu fungsi sinyal keluaran dan turunannya), diumpankan ke elemen kendali untuk memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran sistem mendekati harga yang diinginkan.  Hal ini berarti bahwa pemakaian aksi umpan-balik pada loop tertutup bertujuan untuk memperkecil kesalahan sistem.

Diagram yang menyatakan hubungan antara masukan dan keluaran dari suatu sistem loop tertutup ditunjukkan pada Gambar   1.


GAMBAR 1.

  • ·         Sistem Kendali Loop Terbuka
    Sistem kendali loop terbuka (open loop control system) adalah sistem kendali yang sinyal keluarannya tidak berpengaruh terhadap aksi pengendaliannya. Dalam hal ini sinyal keluaran tidak diukur atau diumpanbalikan untuk dibandingkan dengan sinyal masukannya. Gambar 2 Menunjukkan hubungan masukan keluaran suatu sistem kendali loop terbuka. Sebuah contoh praktis adalah mesin cuci (washing machine). Sejak perendaman, pencucian dan pembilasan pada mesin cuci ini tidak mengukur sinyal keluaran, misalnya kebersihan pakaian yang dicuci. Contoh lain yaitu pengendalian atau pengaturan lampu lalu-lintas yang operasinya juga berdasarkan basis waktu. Pada sistem ini tidak memperhitungkan perubahan arus lalu-lintas yang terjadi pada setiap persimpangan jalan. Tepatnya adalah kendaraan yang dapat lewat saat lampu hijau menyala tidak harus sarna dengan banyaknya kendaraan yang masuk atau antri pada ruas jalan yang bersangkutan, karena dibatasi oleh waktu nyala lampu yang sudah ditetapkan.


GAMBAR 2.

    Jadi pada sistem kendali loop terbuka, keluaran tidak dibandingkan dengan masukan acuannya. OIeh sebab itu, untuk setiap masukan acuan terdapat suatu kondisi operasi yang tetap. Perlu diketahui bahwa sistem kendali loop terbuka harus dikalibrasi dengan hati-hati, agar ketelitian sistem tetap terjaga dan berfungsi dengan baik. Dengan adanya gangguan (disturbances), sistem kendali loop terbuka tidak dapat bekerja seperti yang diharapkan. Kendali loop terbuka dapat digunakan dalam praktek hanya jika hubungan masukan dan keluaran diketahui dan jika tidak terdapat gangguan internal maupun gangguan eksternal. Dengan demikian jelas bahwa sistem semaeam ini bukan sistem kendali berumpan-balik. Demikian pula bahwa setiap sistem kendali yang bekerja berdasar basis waktu adalah sistem loop terbuka.

SUMBER

Staff UNY. (-). Dasar Sistem Kendali BAB 1. Dipetik Februari 05, 2014, dari Universitas Negeri Yogyakarta:





Minggu, 27 April 2014

PEMASANGAN AUTOMATIC POMP WITH WATER LEVEL FOR WATER BOOM.

FATKHUL ALIM ( 18411510 )
3 IB 02


I. Tujuan Pembelajaran
1. Agar dapat memasang AUTOMATIC POMP WITH WATER LEVEL FOR WATER BOOM. 

II. Alat dan Bahan
a. Alat-alat
1. Tang Kombinasi
2. Tang Pengupas Kabel
3. Tang Pemotong
4. Obeng (+) (-)
5. Tes Pen
6. Multimeter

b. Bahan
1. Motor listrik                       : 3
2. Kontaktor Magnet SK21    : 3
3. MCB 1 Fasa                       : 2
4. WATER LEVEL                : 3
6. Kabel NYA 2,5 mm2


III. Langkah Kerja
1. Teliti dengan baik gambar kerja.
2. Buat dahulu gambar pengawatan sesuai gambar diagram.
3. Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan.
4. Mulai bekerja sesuai rencana.
5. Setelah selesai melaksanakan pengawatan, cek dahulu kebenaran rangkaian dengan menggunakan multimeter.
6. Dalam pengawasan instruktur hubungkan rangkaian ke sumber tegangan.
7.mengamati rangkaian yang sedang beroperasi
8. Buatlah kesimpulan hasil percobaan anda.
9. Bongkar kembali rangkaian dan bersihkan kembali tempat kerja anda.

IV. Keselamatan Kerja
1. Letakkan semua peralatan pada tempat yang aman.
2. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
3. Tanyakan pada instruktur bila mengalami kesulitan.


GAMBAR SKEMA
 


          

             GAMBAR PENGAWATAN










         

             FLOW CHART









Keterangan          : 




Garis kuning        : 
jika air kosong maka 3 mesin air akan menyala.




Garis hijau           :
 jika air sudah terisi sebanyak ¼ maka motor 3 akan mati, motor 1&2 tetap   menyala 




Garis merah         : 
jika air sudah bertambah menjadi ½ maka motor 2 dan 3 akan mati, motor 1 tetap   menyala.




Garis cream         :
jika air terisi penuh atau sebanyak ¾ maka ke 3 motor atau mesin air akan mati.




Garis hitam          : 
ketika air kembali kosong , maka proses kembali ke awal. Begitu seterusnya.

DAFTAR PUSTAKA :

BUKU PRAKTEK SMK

Selasa, 25 Maret 2014

TATA CARA PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK PADA BANGUNAN RUMAH SEDERHANA

NAMA     : FATKHUL ALIM
NPM        : 18411510
KELAS    : 3 IB 02

1.PENGANTAR
      Untuk pemasangan suatu instalasi listrik, terlebih dahulu harus dibuat gambar-gambar rencananya berdasarkan denah bangunan, dimana instalasinya akan dipasang. Gambarnya harus jelas, mudah dibaca dan dimengerti. Gambar denah bangunannya biasanya disederhanakan. Dinding-dindingnya digambar dengan garis tunggal agak tipis. Saluran-saluran listriknya, karena lebih penting, digambar lebih tebal. Supaya gambarnya rapi,harus dipilih tebal garis yang tepat.

2.   DENAH BANGUNAN
      Denah bangunan adalah suatu gambar yang menunjukkan lokasi dari berbagai ruangan dan kegunaannya, jendela, pintu, tangga, gang dan sebagainya pada suatu rumah tinggal tertentu. Denah-denah sebaiknya digambar dengan skala 1 : 100 atau 1 : 50 tergantung pada ukuran kertas yang digunakan dan pada luasnya bangunan. Gambar 1 memperlihatkan sebuah contoh denah dari suatu rumah tinggal sederhana.

3. GAMBAR INSTALASI
      Gambar instalasi adalah suatu gambar yang meliputi:
         1.Rancangan tata letak yang menunjukkan dengan jelas letak perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya (pelayanannya), seperti titik lampu, kotak kontak, sakelar, motor listrik, PHB dan lain-lain;
         2. Rancangan hubungan perlengkapan listrik dengan alat pengendalinya seperti hubungan lampu dengan sakelarnya, motor dengan  pengasutnya, dan dengan alat pengatur kecepatannya, yang merupakan bagian dari sirkit akhir atau cabang sirkit akhir;




Gambar 1

         3. Gambar hubungan antara bagian sirkit akhir tersebut dalam butir ( 2) dan PHB yang bersangkutan, ataupun pemberian tanda dan keterangan yang jelas mengenai hubungan tersebut;
                4. Tanda ataupun keterangan yang jelas mengenai setiap perlengkapan listrik.

4.   CARA MEMBUAT GAMBAR INSTALASI
      Petunjuk-petunjuk di bawah ini dapat dipakai sebagai pedoman :
1.   Gambarlah denah bangunannya.
2.   Nyatakanlah penggunaan tiap-tiap ruangan dalam gambar, misalnya ruangan duduk,         dapur dan seterusnya.
3.   Tentukanlah letak perlengkapan hubung baginya. Perlengkapan hubung bagi (PHB) harus dipasang di tempat yang mudah dicapai dari jalan masuk rumah.
4.   Gambarlah penempatan titik-titik lampu dan sakelar-sakelarnya serta hubungan antara sakelar dengan lampu yang dilayaninya. Sakelar untuk penerangan umum selalu ditempatkan di dekat pintu sehingga kalau pintunya dibuka sakelarnya dapat langsung dijangkau.
5.   Gambarlah penempatan kotak-kotak kontak dindingnya. Secara umum kotak kontak dinding sebaiknya dipasang tidak jauh dari sudut-sudut ruangan. Kotak kontak dinding yang dipasang di tengah-tengah dinding, besar kemungkinannya akan tertutup atau terhalang oleh suatu perabot sehingga kurang berfungsi.

5.   DIAGRAM GARIS GANDA DAN DIAGRAM GARIS TUNGGAL
      Pada cara menggambar dengan garis ganda setiap penghantar digambar dengan garis tersendiri seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2 memperlihatkan diagram garis ganda untuk sebuah sakelar kutub satu dengan satu titik lampu.


Gambar 2. Diagram garis ganda

      Gambar 3 memperlihatkan rangkaian yang sama dalam bentuk diagram garis tunggal. Dalam diagram garis tunggal penghantar-penghantar yang sejenis digambar dengan satu garis dengan beberapa garis lintang kecil.


Gambar 3. Diagram garis tunggal
Jumlah garis lintang ini menyatakan jumlah penghantar sejenis yang ada. Gambar-gambar berikut ini memperlihatkan diagram garis ganda dan diagram garis tunggal untuk beberapa jenis hubungan-hubungan sakelar.

        Diagram instalasi sakelar, lampu dan kotak kontak :





 Gambar 4.


 Gambar 5.
    Hubungan Sakelar Seri
            Sakelar seri berguna untuk memutuskan dan menghubungkan dua buah lampu atau dua buah kelompok lampu secara bergantian atau bersamaan.


Gambar 5.


Gambar 6.

    Hubungan Sakelar Tukar (Hotel)
            Sakelar tukar digunakan untuk melayani satu lampu atau kelompok lampu dari dua tempat. Untuk itu digunakan dua sakelar tukar.


Gambar 7.


Gambar 8.

6.    TABEL DAFTAR KOMPONEN 



7.    FLOW CHART






DAFTAR PUSTAKA
www.google.com